JURNAL PPDB 1014/2015

 

JURNAL 26

Penerimaan Peserta Didik Baru /PPDB 2014

Penerimaan Peserta Didik Baru /PPDB 2014-2015

SMA Negeri 1 Cipari membuka Penerimaan Peserta Didik Baru untuk tahun pelajaran 2014/2015 dengan ketentuan sebagai berikut :

A. Jadwal Kegiatan.

  1. Pendaftaran : 23 s.d. 30 Juni 2014 (pukul 08.00 s.d. 12.00 kecuali hari Jumat dan Sabtu hingga pukul 11.00)
  2. Analisis Data : 2 Juli 2014
  3. Pengesahan : 2 Juli 2014
  4. Pengumuman : 3 Juli 2014 pukul 10.00 wib.
  5. Pendaftaran ulang bagi yang diterima : 4 s.d. 7 Juli 2014
  6. Tes peminatan : 9 Juli 2014
  7. Hari Pertama masuk sekolah  : 14 s.d. 16 Juli 2014

B. Berkas yang dibutuhkan :

  1. Copy STTB SLTP/MTs/Paket B/SLTP terbuka yang telah dilegalisasi sekolah asal.
  2. STL/STK asli dari sekolah.
  3. Copy Aket kelahiran/ Surat keterangan lahir dari desa.
  4. Copy Kartu Keluarga (KK)
  5. Copy piagam penghargaan (dengan meninjukkan piagam aslinya).
  6. Pas photo 3 x 4 cm sebanyak 4 lembar.
  7. Pendaftar dari kabupaten lain wajib menyertakan surat rekomendasi dari kabupaten asal dan surat rekomendasi dari Disdikpora Kabupaten Cilacap.

C. Biaya Pendaftaran  :

Pendaftar dipungut biaya pendaftaran sebesar Rp. 50.000,-  (bagi pedaftar dari keluarga tidak mampu dibebaskan biaya pendaftaran dengan menyerahkan SKTM dari desa atau bukti lain sejenis yang sah)

D. Prosedur pendaftaran :

  1. Calon siswa datang sendiri melakukan pendaftaran dengan mengenakan pakaian seragam lengkap dari sekolah sebelumnya (rambut dipotong pendek bagi laki-laki, tidak bertindik, tidak bertato, rambut tidak di cat).
  2. Mengisi berkas pendaftaran dan menyerahkan persyaratan yang dibutuhkan.
  3. Menerima bukti pendaftaran dari panitia PPDB.

E. Prosedur seleksi :

  1. Didasarkan pada Nilai Ujian Nasional.
  2. Didasarkan bobot piagam penghargaan.
  3. Didasarkan pada bobot domisili calon peserta didik.

F. Aturan pembobotan piagam dan domisili :

  1. Kejuaraan Nasional dan Internasional : Juara 1 dinyatakan diterima, Juara 2 diberikan bobot 4,00 dan juara 3 diberukan bobot 3,00.
  2. Kejuaraan tingkat propinsi : Juara 1 diberikan bobot 3,00 , juara 2 diberikan bobot 2,75 dan njuara 3 diberikan bobot 2,50.
  3. Kejuaraan tingkat kabupaten : Juara 1 diberikan bobot 1,50 , juara 2 diberikan bobot1,25 dan juara 3 diberikan bobot 1,00.
  4. Kejuaraan tingkat kecamatan : Juara 1 diberikan bobot 1,00 , juara 2 diberikan bobot 0,75 dan juara 3 diberikan bobot 0,50.
  5. Domisili di desa Mulyadadi diberikan bobot 3,00.
  6. Domisili di kecamatan Cipari diberikan bobot 2,00.
  7. Pembobotan kejuaraan diambil salah satu yang tertinggi dan pembobotan domisili juga diambil salah satu yang tertinggi.

G. Daya Tampung kelas X :

Daya tampung kelas X sebanyak 216 siswa.

H. Program studi yang disediakan :

IPA dan IPS.

Demikian pengumuman PPDB ini disampaikan untuk diketahui oleh masyarakat pada umumnya dan calon peserta didik baru pada khususnya.

 

Cipari, 22 Juni 2013

Divisi TIK SMA Negeri 1 Cipari,

Darto, S.Pd.

 

 

 

 

 

Mencermati Jadwal UN SMA 2012

Jadwal UN SMA 2012

Ujian Nasional (UN) SMA tahun 2012 tengah berlangsung. Menyimak jadwal pelaksanaan tahun ini tampak terdapat perbedaan dibanding tahun sebelumnya. Senin 16/4/2012 dilaksanakan UN untuk mapel Bahasa Indonesia. Selasa 17/4/2012 dilaksanakan UN untuk mapel Bahasa Inggris pada sesi pertama dan mapel Fisika/Ekonomi pada sesi kedua. Selanjutnya untuk hari ketiga Matematika, dan hari keempat Kimia/Sosiologi pada sesi pertama dan Biologi/Geografi pada sesi kedua. Pada tahun-tahun sebelumnya UN mapel Bahasa Indonesia biasanya dilaksanakan satu hari dengan mapel lain. Perubahan ini sudah barang tentu menimbulkan tanda tanya bagi para pelaku pendidikan di lapis bawah.

Statistik Hasil UN

Masing-masing mapel UN memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Pada umumnya mapel Bahasa Indonesia dianggap mapel dengan tingkat kesulitan yang tidak begitu tinggi. Hal ini dikarenakan Bahasa indonesia telah menjadi bahasa pengantar resmi di sekolah dan telah menjadi bahasa pergaulan di masyarakat. Disamping asumsi di atas, secara statistik nilai hasil UN mapel Bahasa Indonesia lebih tinggi dari mapel lain secara signifikan. Sebagai contoh nilai rata-rata hasil UN SMA N 1 Cipari masing-masing mapel pada tahun 2011 menunjukkan sebagai berikut : Untuk siswa kelompok IPS Bahasa Indonesia 7,85; Bahasa Inggris 6,39; Matematika 6,06; ekonomi 7,77; Sosiologi 7,32; Geografi 6,47. Untuk siswa IPA Bahasa Indonasia 8,11; Bahasa Ingris 6,2; Matematika 4,87; Fisika 6,13; Kimia 6,43; Biologi 6,68.

Korelasi Hasil UN dan Jadwal UN

Menilik data tersebut di atas, maka tidak semestinya mapel Bahasa Indonesia dilaksanakan terpisah, sementara mapel Bahasa Inggris disandingkan dengan mapel Fisika, dan mapel Kimia disandingkan dengan mapel Biologi. Kebijakan penyusunan jadwal UN merupakan kebijakan yang bersifat nasional. Ada baiknya pembuat kebijakan mempertimbangkan dengan seksama dalam penyusunan jadwal UN. Ingat menyusun jadwal UN tidak seperti menyusun jadwal ronda siskamling. Prestasi UN anak bangsa memiliki korelasi signifikan dengan jadwal pelaksanaan UN. (by. Darto)

Kekurangan Rudal Negara Berkembang.

Sengketa Iran dan Amerika Serikat kian meningkat. Iran memamerkan kekuatan rudalnya yang memiliki jangkauan yang memadai. Menyimak pengalaman Irak dan Libia menghadapi Amerika serikat, negara berkembang pemilik teknologi rudal perlu mawas diri.

Kemampuan sebuah rudal tidak hanya terletak pada hulu ledak dan jangkauannya. Sebuah rudal harus punya kemampuan menghindari radar musuh, tidak mudah dikecoh, dan memiliki kecepatan melebihi rudal anti rudal.

Untuk menghindari radar musuh, sebuah rudal harus memiliki kemampuan terbang rendah dan terbuat dari dari bahan yang tidak mudah memantulkan gelombang yang dikonstruksi untuk untuk menghamburkan gelombang radio. oleh karena itu pemilik rudal harus menguasai teknologi bahan dan teknologi permukaan yang memadai sebagai penyempurna rudal yang dimilikinya.

Sebuah rudal yang mudah dikecoh oleh radar musuh tidak ada gunanya, sebab rudal tersebut akan selalu tidak tepat sasaran. Hal ini sangat berbahaya, sebab rudal tersebut bisa jadi justru akan menghancurkan sasaran sipil. Oleh karena itu sebuah rudal harus dilengkapi piranti digital kecepatan tinggi untuk menganalisis gelombang-gelombang pengganggu.

Pengalaman terhadap rudal Irak menunjukkan bahwa rudal-rudal Irak dengan mudahnya dirontokkan oleh rudal anti-rudal milik Amerika Serikat. Maka tidak ada gunanya jika dalam peperangan sebuah rudal yang ditembakkan berhasil dihancurkan musuh di udara. Sebagai solusinya rudal yang ditembakkan harus memiliki kecepatan tinggi tidak terkejar oleh rudal musuh. (oleh : Darto, S.Pd)

Kelulusan Tahun 2011

Mengukur Kualitas Sekolah

Kualitas sebuah sekolah dapat diukur dari berbagai hal. Banyaknya pendaftar pada sekolah, banyaknya prestasi kejuaraan yang diraih, Tingginya kedisiplinan sekolah, baiknya kebersihan dan keindahan sekolah, dan salah satunya adalah prosentase kelulusan.

Mengukur kualitas  sebuah sekolah berdasarkan prosentase kelulusan sebenarnya kurang tepat. Pengukuran kualitas sebuah sekolah haruslah dilakukan secara menyeluruh dengan disertai dengan pembobotan nilai yang tepat. Oleh karena itu pengukuran sekolah yang akurat dapat dilihat berdasarkan hasil akreditasi sekolah oleh Badan Nasional Standar Pendidikan (BNSP). Pada tahun 2010 SMA N 1 Cipari menempuh akreditasi yang dilaksanakan oleh BNSP. Akreditasi tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa SMA N 1 Cipari termasuk sekolah berkategori A (Baik)

Kelulusan Tahun 2011

Sebagaimana telah kami kemukakan di atas, bahwa mengukur kualitas sekolah berdasarkan prosentase kelulusan tidaklah tepat. Akan tetapi bagaimanapun juga prosentase kelulusan dapat digunakan sebagai salah satu indicator kualitas sebuah sekolah, walaupun memiliki indeks atau bobot yang kecil.

Pada tahun 2011 SMA N 1 Cipari meliliki siswa kelas XII berjumlah 161 siswa. Jumlah tersebut terdiri atas 55 siswa program studi IPA dan 106 siswa program studi IPS. Berdasarkan pengumuman yang disampaikan pada tanggal 15 Mei 2011 ke-161 siswa kelas XII tersebut dinyatakan lulus. (by. Darto, S.Pd)

Analogi untuk Ahmadiyah.

Pro-kontra Penyerangan Ahmadiyah.

Akhir-akhir ini muncul fenomena penyerangan terhadap komunitas yang mengaku penganut aliran Ahmadiyah. Penganut Ahmadiyah mengaku menjadi bagian dari Umat Islam. Orang-orang di luar Islam menganggap fenomena ini sebagai indikasi lemahnya toleransi Umat Islam terhadap kebebasan beribadah dan kebebasan memahami/menginterpretasikan Ajaran Islam.

Bagi orang Islam yang memahami ajaran Islam dari sumber aslinya dan didukung penjelasan dari ulama yang memiliki kompetensi standar  (komunitas Ahlusshunnah wal jama’ah) menganggap penyerangan tersebut memang layak dilakukan. Penyerangan tersebut layak dilakukan sebab Komunitas Ahmadiyah dianggap telah mengubah pokok-pokok (al Ushul) ajaran Islam.

Fenomena Ahmadiyah berbeda dengan fenomena Jaringan Islam Liberal (JIL). JIL tidak melakukan perubahan pokok-pokok ajaran Islam, tetapi cenderung melakukan penafsiran ajaran Islam yang dapat membahayakan pokok-pokok ajaran Islam. Dengan demikian status bahaya JIL berada di bawah status bahaya Ahmadiyah.

Islam Agama Baku.

Islam merupakan agama baku. Teori ajaran Islam telah terbakukan dalam Al Qur’an (kalam Allah yang dibendel khusus untuk kitab suci agama Islam) dan Al Hadits (perkataan dan perbuatan Nabi Muhammas SAW yang terkait dengan teori dan aplikasi ajaran Islam). Aplikasi praktis ajaran Islam terbakukan dalam empat hal, yakni Al Qur’an, Al Hadits, shirah (catatan perjalanan hidup Nabi SAW dan para sahabatnya) dan ijma’ (kesepakatan) ulama ahlushsunnah wal jama’ah.

Dinamika umat Islam tidak akan terbelenggu oleh sifat baku (masive dan rigid) ajaran Islam. Hal ini dapat terlihat berdasarkan lima klasifikasi hukum (fikih) Islam. Klasifikasi tersebut adalah wajib, Sunnat, mubah, makruh dan haram.

Wajib adalah segala hal yang harus dikerjakan umat Islam. Sunnat adalah segala hal yang sebaiknya dilakukan oleh umat Islam. Mubah adalah segala hal yang bebas dikerjakan olah umat Islam. Makruh adalah segala hal yang sebaiknya tidak dilakukan umat Islam. Haram adalah segala hal yang harus ditinggalkan umat Islam.

Berdasarkan klasifikasi di atas, maka umat Islam terikat hanya pada dua klasifikasi hukum yaitu wajib dan haram dan memiliki kebebasan dalam tiga klasifikasi hukum yang lain (sunat, mubah dan makruh)

Analogi fenomena penyerangan.

Suku-suku di Indonesia memiliki hukum dan tradisi adat. Jika ada anggota suku yang melakukan penyimpangan dan pelecahan terhadap hukum adat, maka sudah selayaknya  jika anggota suku tersebut dimusuhi atau diasingkan. Bangsa Indonesia memiliki Undang-undang Dasar, jika ada warga negara yang yang menyimpang dan melecehkan Undang-undang dasar tersebut, maka sudah selayaknya warga negara tersebut dihukum atau diasingkan. Islam memiliki ajaran baku, jika ada yang menyimpangkan atau melecehkan ajaran baku tersebut, sudah selayak jika orang tersebut dimusuhi atau diasingkan.

Fenomena penyerangan Ahmadiyah pada dasarnya merupakan persoalan internal umat Islam, karena dua kelompok yang bertikai sama-sama mengaku Islam. Tetapi karena kedua kelompok berada dalam teritorial Republik Indonesia, maka sudah selayaknya pemerintah turun tangan. Namun demikian hukum di Indonesia mengalami kesulitan untuk menentukan mana yang benar dan mana yang salah, kecuali jika pihak pemerintah mau menengok kebelakang. Dengan maksud pemerintah mau melihat kembali agama-agama yang diakui secara resmi oleh pemerintah. Selanjutnya pemerintah bersama ulama Islam melakukan pembakuan Islam yang diakui secara internasional. Dari sinilah selanjutnya pemerintah dapat mengambil keputusan, apakah Ahmadiyah harus dilarang di Indomesia ataukah Ahmadiyah ditetapkan sebagai bukan bagian dari Islam sebagaimana terjadi di Pakistan. Mudah-mudahan tulisan kecil ini dapat membantu memberikan gagasan bagi penyelesaian masalah Ahmadiyah. (by. darto)

PLTN & EGOISME MASSA

Fenomena Penolakan PLTN

Awal rencana pembangunan PLTN di Jepara telah mendapatkan resistensi dan penolkan masyarakat Jepara. Penolakan tersebut memang bukan tanpa alasan. Bahaya radiasi nuklir merupakan alasan utama yang dikhawatirkan warga jepara. Warga tidak mungkin lupa terhadap bencana nuklir dengan meledaknya reaktor nuklir Chernobyl di Ukraina. kesan warga tentang bahaya bencana nuklir kian menguat dengan terjadinya ledakan pada reaktor nuklir di Jepang akibat bencana tsunami.

Badan Tenaga AtomNasional (Batan) sebagai wadah para pakar nuklir Indonesia menyatakan bahwa resiko pembangunan reaktor nuklir tidaklah seserius apa yang dibayangkan warga Jepara. Apalagi PLTN yang akan dibangun di Jepara merupakan reaktor nuklir generasi terbaru. Penjelasan pakar nuklir Indonesia tersebut tampaknya tidak mampu mengubah image masyarakat akan bahaya nuklir. Masyarakat menyadari sepenuhnya bahwa Jepang adalah negara perintis teknologi modern,sedangkan Indonesia hanyalah sebuah negara yang bisanya mengekor perkembangan teknologi dari luar. Kalau Jepang saja dibuat  panik oleh bencana nuklir, lantas apa yang tejadi jika bencana itu terjadi di Indonesia?

Mau listriknya tak mau pembangkitnya?

Indonesia merupakan negara dengan penduduk yang padat, khususnya pulau Jawa. Kebutuhan tenaga listrik masyarakat terus meningkatluar biasa. Peningkatan tersebut akan makin cepat jika Indonesia memasuki era industri. Pada saat ini sebenarnya indonesia sudah mengalami kekurangan energi listrik. Terbukti jika ada gangguan pada salah satu pembangkit listrik, maka dengan terpaksan PLN melaksanakan pemadaman bergilir untuk menjaga ketersediaan listrik bagi masyarakat.

Jika sekarang saja telah mengalami  kekurangan energi listrik, lantas bagaimana tahun-tahun yang akan datang? Perlu kita sadari bahwa masyarakat indonesia selain jumlah penduduknya bertambah, taraf hidup masyarakatpun makin meningkat. Peningkatan taraf hidup akan berarti pula peningkatan kebutuhan energi listrik.  Rumah yang sebelumnya tidak menggunakan kipas angin, menjadi menggunakan kipas angin. Rumah yang semula tidak memiliki lemari es, menjadi memiliki lemari es. dan seterusnya.

mau tidak mau  perlu kita sadari bahwa kebutuhan listrik makin bertambah tanpa bisa dihentikan. Saat lampu padam karena pemadaman bergilir, kita mengeluh, protes bahkan demo mengkritik kinerja PLN sebagai satu-satunya operator listrik di Indonesia. Saat PLN akan membangun pembangkit listrik baru dengan bahan bakar minyak yang mahal, lalu PLN hendak menaikkan harga listrik,maka protes dan demo marak dimana-mana. Saat PLN akan membangun pembangkit listrik berbahan bakar batubara, maka masyarakat menolak karena faktor debu dan limbah pembakaran. Saat pemerintah hendak membangun bendungan yang dapat menghasilkan listrik, masyarakat protes karena tak mau digusur dan tak rela tanahnya terendam air bendungan. Sungguh ironis. Mau listriknya nggak mau pembangkitnya!

Mengapa PLTN?

PLTN merupakan terobosan tercepat untuk memenuhi kebutuhan energi listrik. PLTN mampu menghasilkan energi listrik dalam jumlah besar dengan hanya menghabiskan lahan dan biaya operasional yang relatif kecil. PLTN telah didesain sedemikian rupa dengan tingkat pengamanan yang tidak terbayangkan oleh sebagian besar masyarakat. Hal ini penulis ketahui saat penulis mengunjungi reaktor nuklir Siwabesi di Serpong Jawa Barat.

Energi nuklir ibarat binatas buas yang siap menerkam. Para pakar nuklir secara bersama-sama telah membuat desain kandang yang terus menerus disempurnakan. Secara teoritik kandang itu tidak mungkin dapat dijebol oleh energi nuklir, seperti seekor singa di kebun binatang yang tidak mampu menjebol kandangnya. Namun setelah sekian puluh tahun dari sekian banyak kandang singa ada juga singa yang sempat meloloskan diri dari kandangnya. Demikian pula dengan energi nuklir.

Antara resiko dan kebutuhan.

Tidak ada orang yang ingin tinggal di bawah tebing yang sewaktu-waktu longsor. Tidak ada orang yang mau tinggal di tepi sungai yang sewaktu-waktu banjir. Tidak ada orang yang ingin tinggal di tepi pantai yang sewaktu-waktu tersapu tsunami. Tapi lantas mau tinggal di mana? itulah tanah yang saya miliki. di situlah tempat saya mencari nafkah. Di situlah saya dilahirkan dn berbagai alasan lain. PLTN memang mengandung resiko, tapi listrik adalah kabutuhan.  Jika tak ingin mati janganlah pernah hidup. Jika tak ingin bangkrut, janganlah pernah kaya. Jika tak ingin kebakaran, janganlah pernah menyalakan api.

PLTN adalah sebuah solusi, walaupun memang mengandung resiko. Jika kita tak mau membantu PLN mendirikan pembangkit tenaga listrik, sepantasnya kita segera memotong kabel listrik PLN yang ada dirumah kita. Lalu kita mengusahakan kebutuhan listrik kita secara mandiri. Jika kita ingin tetap menggunakan listrik PLN mari kita bantu PLN mendirikan pembangkit tenaga listrik. Mudah-mudahan kita bisa menata ego demi kepentingan bangsa , negara dan masyarakat.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.