Analogi untuk Ahmadiyah.

Pro-kontra Penyerangan Ahmadiyah.

Akhir-akhir ini muncul fenomena penyerangan terhadap komunitas yang mengaku penganut aliran Ahmadiyah. Penganut Ahmadiyah mengaku menjadi bagian dari Umat Islam. Orang-orang di luar Islam menganggap fenomena ini sebagai indikasi lemahnya toleransi Umat Islam terhadap kebebasan beribadah dan kebebasan memahami/menginterpretasikan Ajaran Islam.

Bagi orang Islam yang memahami ajaran Islam dari sumber aslinya dan didukung penjelasan dari ulama yang memiliki kompetensi standar  (komunitas Ahlusshunnah wal jama’ah) menganggap penyerangan tersebut memang layak dilakukan. Penyerangan tersebut layak dilakukan sebab Komunitas Ahmadiyah dianggap telah mengubah pokok-pokok (al Ushul) ajaran Islam.

Fenomena Ahmadiyah berbeda dengan fenomena Jaringan Islam Liberal (JIL). JIL tidak melakukan perubahan pokok-pokok ajaran Islam, tetapi cenderung melakukan penafsiran ajaran Islam yang dapat membahayakan pokok-pokok ajaran Islam. Dengan demikian status bahaya JIL berada di bawah status bahaya Ahmadiyah.

Islam Agama Baku.

Islam merupakan agama baku. Teori ajaran Islam telah terbakukan dalam Al Qur’an (kalam Allah yang dibendel khusus untuk kitab suci agama Islam) dan Al Hadits (perkataan dan perbuatan Nabi Muhammas SAW yang terkait dengan teori dan aplikasi ajaran Islam). Aplikasi praktis ajaran Islam terbakukan dalam empat hal, yakni Al Qur’an, Al Hadits, shirah (catatan perjalanan hidup Nabi SAW dan para sahabatnya) dan ijma’ (kesepakatan) ulama ahlushsunnah wal jama’ah.

Dinamika umat Islam tidak akan terbelenggu oleh sifat baku (masive dan rigid) ajaran Islam. Hal ini dapat terlihat berdasarkan lima klasifikasi hukum (fikih) Islam. Klasifikasi tersebut adalah wajib, Sunnat, mubah, makruh dan haram.

Wajib adalah segala hal yang harus dikerjakan umat Islam. Sunnat adalah segala hal yang sebaiknya dilakukan oleh umat Islam. Mubah adalah segala hal yang bebas dikerjakan olah umat Islam. Makruh adalah segala hal yang sebaiknya tidak dilakukan umat Islam. Haram adalah segala hal yang harus ditinggalkan umat Islam.

Berdasarkan klasifikasi di atas, maka umat Islam terikat hanya pada dua klasifikasi hukum yaitu wajib dan haram dan memiliki kebebasan dalam tiga klasifikasi hukum yang lain (sunat, mubah dan makruh)

Analogi fenomena penyerangan.

Suku-suku di Indonesia memiliki hukum dan tradisi adat. Jika ada anggota suku yang melakukan penyimpangan dan pelecahan terhadap hukum adat, maka sudah selayaknya  jika anggota suku tersebut dimusuhi atau diasingkan. Bangsa Indonesia memiliki Undang-undang Dasar, jika ada warga negara yang yang menyimpang dan melecehkan Undang-undang dasar tersebut, maka sudah selayaknya warga negara tersebut dihukum atau diasingkan. Islam memiliki ajaran baku, jika ada yang menyimpangkan atau melecehkan ajaran baku tersebut, sudah selayak jika orang tersebut dimusuhi atau diasingkan.

Fenomena penyerangan Ahmadiyah pada dasarnya merupakan persoalan internal umat Islam, karena dua kelompok yang bertikai sama-sama mengaku Islam. Tetapi karena kedua kelompok berada dalam teritorial Republik Indonesia, maka sudah selayaknya pemerintah turun tangan. Namun demikian hukum di Indonesia mengalami kesulitan untuk menentukan mana yang benar dan mana yang salah, kecuali jika pihak pemerintah mau menengok kebelakang. Dengan maksud pemerintah mau melihat kembali agama-agama yang diakui secara resmi oleh pemerintah. Selanjutnya pemerintah bersama ulama Islam melakukan pembakuan Islam yang diakui secara internasional. Dari sinilah selanjutnya pemerintah dapat mengambil keputusan, apakah Ahmadiyah harus dilarang di Indomesia ataukah Ahmadiyah ditetapkan sebagai bukan bagian dari Islam sebagaimana terjadi di Pakistan. Mudah-mudahan tulisan kecil ini dapat membantu memberikan gagasan bagi penyelesaian masalah Ahmadiyah. (by. darto)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: